Karakteristik Perdagangan Dalam Islam

Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan di masyarakat salah satunya dengan melakukan aktivitas perdagangan. Dari kegiatan perdagangan ini kedua belah pihak antara penjual dan pembeli sama-sama mendapatkan keuntungan dan manfaat.

Kegiatan perdagangan ini tentunya menimbulkan adanya interaksi kedua belah pihak. Hasil interaksi kedua belah pihak ini tentunya diantara keduanya memiliki aturan dan etika-etika yang perlu diperhatikan. Di Indonesia sendiri memiliki peraturan perundangan untuk melindungi kepentingan penjual, pembeli, dan masyarakat pada umumnya.

Dalam hal perdagangan Islam mengaturnya  Aturan-aturan tentang muamalah ini yang rinci namun demikian adakalanya hanya pokok-pokoknya saja. Dalam kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan tentang karakteristik perdagangan dalam Islam.

KARAKTERISTIK PERDAGANGAN DALAM ISLAM

Perdagangan dalam Islam, memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah SWT. Manusia hanya memanfaatkan dan mengelolanya. Manusia adalah khalifah untuk mengelola alam, termasuk komoditi yang diperdagangkan.
  • Kegiatan perdagangan juga harus tetap berpedoman pada ajaran Islam. Karena Allah memerintahkan manusia untuk melaksanakan Islam secara keseluruhan (kaffah).
  • Keadaan ekonomi setiap manusia di muka bumi sangat bergantung pada usaha yang dilakukannya. Karena Islam memandang bahwa bekerja untuk mencari rizki yang halal merupakan bagian dari ibadah dan jihad di jalan Allah.
  • Dalam Islam, Allah SWT mewajibkan manusia muslim untuk menyisihkan sebagian kecil dari harta yang ada padanya sebagai zakat. Hal ini dimaksudkan agar jiwa kita bersih dari kikir, dengki, dan dendam sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian pemilik harta terhadap para dhu’afa.
  • Islam menekankan pentingnya memfungsikan uang pada bidangnya yang normal, yaitu sebagai fasilitas transaksi dan alat penilai barang. Di antara penyelewengan uang dari bidangnya yang normal adalah transaksi yang mengandung riba.
  • Perdagangan yang sesuai dengan ajaran Islam harus terhindar dari riba. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (QS. Ali Imran: 130).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan Halo Nasuha, Bisa Di Bantu?
Powered by