Cara Mengajukan Pembiayaan di Koperasi Syariah

Ketika awal dibentuk koperasi juga menyediakan produk pinjaman yang dikhususkan bagi para anggota dan juga bahkan non anggota. Dalam pengertian harfiah koperasi juga memiliki sektor yang menangani masalah simpan pinjam uang dan juga ketentuan yang berlaku dalam koperasi.


Syarat Mengajukan Pembiayaan Syariah
Anda bisa mengajukan pinjaman di koperasi dengan persyaratan sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia;
  • Keanggotaan akan bersifat sukarela;
  • Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sesuai ketentuan yang berlaku;
  • Menyetujui Anggaran Dasar koperasi
  • Menyerahkan Foto Copy Identitas Diri.
  • Menyerahkan bukti pembayaran rekening listrik/PDAM
  • Mengisi formulir

Koperasi Syariah di Rawamangun yang sering di sebut BMT selain memiliki peran sebagai lembaga keuangan mikro yang mirip seperti perbankan yang memberikan dana untuk modal usaha kepada anggotanya untuk mengembangkan usaha.

Meskipun BMT memfokuskan usahanya di sektor keuangan dengan pola syari’ah namun sistem kelolanya hampir sama dengan usaha perbankan syariah yaitu melakukan kegiatan menghimpun dana dari anggotanya dan kemudian melakukan kegiatan menyalurkan kepada anggotanya yang memiliki usaha.

Prinsip Saling Menguntungkan
Pola syariah yang digunakan oleh BMT untuk mendapatkan keuntungan ialah sistem bagi hasil dan prinsip jual beli. BMT karena lebih mirip dengan Koperasi dan bukan merupakan lembaga keuangan perbankan seperti bank maka BMT tidak harus tunduk dengan aturan perbankan yang ada.

Seperti yang telah disebutkan bahwa BMT merupakan lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah dalam melakuan penyaluran pembiayaan, BMT bersifat luwes tidak seperti bank yang memiliki banyak aturan sehingga terkadang tidak dapat menyentuh para pengusaha kecil yang terganjal dengan aturan-aturan yang ada dalam lembaga perbankan.

Sistem akad (perjanjian) merupakan sistem dasar yang selalu ada dalam aturan syariah. Akad (perjanjian) yang ada dalam lembaga keuangan cukup banyak sesuai dengan peruntukannya, namun yang paling sering digunakan adalah akad mudharabah (perjanjian bagi hasil) dan akad murabahah (perjanjian jual beli).

Hal yang paling utama dan harus disepakati dalam aturan syariah yaitu akad (perjanjian) untuk memberikan sama-sama keuntungan bagi kedua belah pihak sebagaimana transaksi mitra atau kerja sama. Akad (perjanjian) yang telah disepakati dibuat terlebih dulu agar tidak mendzalimi kedua belah pihak baik BMT maupun anggota di kemudian hari.

Demikianlah ulasan singkat tentang cara memperoleh pembiayaan di koperasi simpan pinjam yang berada di Rawamangun. Koperasi simpan pinjam memang ditujukan untuk menyediakan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkannya. Anda tertarik untuk mencoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan Halo Nasuha, Bisa Di Bantu?
Powered by